HADITS DAN ILMU HADITS

  1. Metode Kritik Sanad dan Matan Hadits…. Sebuah hadits dikatakan shahih (dalam hal ini shahih lidzātihi) adalah jika sanadnya muttashil, periwayatnya adil dan dhābit, dan sanadnya terhindar dari syudzudz dan ‘illat. selengkapnya
  2. Hadits-Hadits Ahkam tentang Jinayat …. Begitu pentingnya yang namanya hidup, maka agama Islam melindungi atau menjamin hak hidup dan kehidupan kepada seseorang yang apabila orang membunuh orang lain, maka ia harus di qishash (dibunuh pula) atau paling tidak membayar denda (diat). . Selengkapnya
  3. Hadits-Hadits Ahkam tentang Had Pidana …Pada zaman sekarang kita sering melihat atau mendengar kabar baik dari media elektronik ataupun media cetak tentang kasus-kasus seperti perzinahan, pencurian, mabuk-mabukkan, dan lain-lain. Sepertinya hal itu sudah dianggap biasa dan dianggap budaya modern. Bagi siapa yang tak pernah mabuk, main perempuan sebagian orang menganggap bukan pemuda namanya. .. Selengkapnya
  4. Takhrij Hadits Anjuran Menikah, Larangan Membujang dan Peringatan Mempermudah Perceraian .. Dalam kehidupan ini, kita mengenal institusi pernikahan sebagai sebuah lembaga hidup yang menjadi salah satu elemen masyarakat secara luas. Pernikahan dibangun atas dasar komitmen membentuk kehidupan rumah tangga yang harmonis dengan landasan kasih sayang, yang dalam istilah Al-Qur’an disebut sakinah, mawaddah, wa rahmah. Islam tidak membenarkan ikatan suami istri yang hanya berorientasi kepada kepentingan pemuas kebutuhan sesaat, apalagi untuk menginjak-injak hak pasangannya. Oleh karena itulah pernikahan yang diinginkan adalah pernikahan yang langgeng dan berhasil melahirkan generasi penerus yang kuat.. Selengkapnya
  5. Berbagai Cara dalam Menerima dan Meriwayatkan Hadits … Para ulama ahli hadits mengistilahkan “menerima dan mendengar suatu periwayatan hadits dari seseorang guru dengan menggunakan beberapa metode penerimaan hadits” dengan istilah at-taħammul. Sedang “menyampaikan atau meriwayatkan hadits kepada orang lain” mereka istilahkan dengan al-ada’. Selengkapnya
  6. Latar Belakang Timbulnya Hadits Maudhu’ … Latar belakang berbagai kepentingan, baik kepentingan politik, aliran atau golongan, atau untuk kepentingan agama agar pupuler dikalangan masyarakat meruapakan beberapa faktor penyebab lahirnya hadits-hadits maudhu’ (palsu). Pada makalah ini akan dibahasa hanya seputar apa-apa yang menjadi sebab timbulnya hadits palsu tersebut. Selengkapnya