PERTANYAAN:

Assalamualaikum. Saya ingin bertanya adakah benar apa yang dikatakan dalam gambar tersebut? Saya berasa ragu untuk mempercayainya. Salahkah jika kita ingin menghalalkannya?

mmexport1448988944830 2

Ustadz, apa yang perlu kita lakukan terhadap mereka yang tidak mahu membayar hutang mereka kepada kita?

JAWAPANNYA ialah JANGAN HALALKAN HUTANG WALAUPUN SATU SEN KERANA DI AKHIRAT KELAK ORANG YANG BERHUTANG DENGAN KITA AKAN BERJUMPA DENGAN KITA. ORANG INI AKAN MENANGGUNG DOSA-DOSA KITA . MEREKA INI ADALAH SAHAM KITA DI AKHIRAT

JAWABAN:

Waalaikum salam wr wb
Saudara (i) Penanya yang kami hormati
Sebelumnya kami ucapkan terima kasih telah berkunjung ke website kami.

Terkait dengan pertanyaan saudara (i) penanya, kami akan uraikan Firman Allah Swt dan hadits Rasulullah Saw tentang utang – piutang tersebut, antara lain:

Firman Allah Swt dalam surat Al-Baqarah ayat 280:

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 280).

Hadits Rasulullah Saw:
Diriwayatkan dari Abu Qatadah bahwa dia pernah mencari seseorang yang berutang kepadanya. Orang itu bersembunyi, lalu Abu Qatadah menemukannya. Orang itu berkata, “Sesungguhnya aku dalam kesukaran.” Abu Qatadah berkata, “Demi Allah?” Orang itu berkata, “Demi Allah.” Abu Qatadah berkata, “Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Saw bersabda:

من سره أن ينجيه الله من كرب يوم القيامة فلينفس عن معسر أو يضع عنه.

Barang siapa ingin diselamatkan oleh Allah dari kesusahan-kesusahan hari Kiamat maka hendaklah dia memberi tangguh kepada orang yang dalam kesukaran atau menghapuskan utangnya. (H.R. Muslim).[1]

Ka’ab bin Umar mengatakan bahwa dia telah mendengar Rasulullah Saw. Bersabda:

من أنظر معسرا أو وضع له أظله الله في ظله.

Barang siapa memberi tangguh kepada orang yang dalam kesukaran atau menghapuskan utangnya maka Allah akan menanunginya di dalam naungan-Nya. (H.R. Thabrani dan Tirmidzi)[2]

Kesimpulannya dari ayat Alquran dan 2 hadits Rasulullah Saw tersebut, bahwa Allah akan menolong atau memberi kemudahan dan melepaskan kesussahan bagi orang yang memberi piutang kepada otrang yang berutang berupa memberi tangguh waktu membayar atau menghapuskan utang tersebut.

Mengenai masalah dosa, firman Allah Swt:

وَلا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلا عَلَيْهَا وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى.

“Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatanya (dosanya) kembali kepada dirinya sendiri; dan seseorang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain”. (QS. Al-An’am ayat 164).

Demikian jawaban dari kami. Salah dan khilaf mohon maaf
Semoga bermanfaat
Wassalam

Admin

[1] Diriwayatkan oleh Muslim di dalam Shahih Muslim, Kitab al-Musaqah, Bab Fadhli Inzharil-Mu’sir, Jilid III. H. 1196

[2] Diriwayatkan oleh Thabrani dari Ka’ab bin Umar di dalam al-Kabir, jilid XIX h. 166; dan Tirmidzi dari Abu Hurairah di dalam Sunan Tirmidzi, Kitab al-Buyu’, Bab Ma Ja’a Inzharil-Mu’sir wa ar-Riqfi bihi, jilid III h. 590.