PERTANYAAN:

Assalamu ‘alaikum
Jika seorang pemlik memberikan kebebasan harga jual kpd pegawai utk menjual barang tetapi pemilik memberikan patokan utk setor ke pemilik seumpama 1.000 maka pegawai tersebut memberikan harga jual ke pembeli 1.500 dan pembeli setuju…apakah hal tersebut halal? krn pemilik memberikan kebebasan kpd pegawai trsbt utk menjual barang…yg terpenting si pegawai setor ke pemilik 1.000…tetapi si pembeli tanpa tahu harga beli sebenarnya 1.000….dan jika fee si pegawai trsbt disalurkan ke yayasan atau yatim apakah boleh?…

Terima kasih
Wa ‘alaikum salam

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wr wb
Saudari penanya yang kami hormati.
Terima kasih sebelumnya telah berkunjung ke website kami.

Hukum jual beli pada dasarnya dibolehkan oleh ajaran islam. Kebolehan ini didasarkan kepada firman Allah yang terjemahannya sebagai berikut :
“…. Janganlah kamu memakan harta diantara kamu dengan jalan batal melainkan dengan jalan jual beli, suka sama suka….” (Q.S. An-Nisa’ : 29).
Rukun dan syarat jual beli adalah ketentuan-ketentuan dalam jual beli yang harus dipenuhi agar jual belinya sah menurut syara’ (hukum islam).

Rukun Jual Beli:
• Dua pihak membuat akad penjual dan pembeli
• Objek akad (barang dan harga)
• Ijab qabul (perjanjian/persetujuan)

Barang- barang yang terlarang diperjual belikan adalah : barang yang haram dimakan, khamar, buah-buahan yang belum dapat dimakan,air, barang-barang yang samar dan barang- barang yang dapat dijadikan sarana ma’shiyat.
Dari segi cara: tidak menipu, tidak berbuat curang termasuk dalam hal ini tidak merugikan pihak toko atau orang yang memberikan kepercayaan kepada seseorang untuk menjual barang barangnya.
Berdasarkan hal tersebut, menurut pandangan kami, apabila sudah dipercayakan oleh atasan kepada pegawainya dan pihak pembeli ridho, maka tidak apa-apa, kecuali dalam transaksi tersebut si pegawai menyalahi kepercayaan bos nya, misal untuk keuntungan diri sendiri dia menjualnya sampai 5 kali lipat dari harga yang dipatok bos nya. Perbuatan tersebut tentu akan merugikan bos, yang boleh jadi akan mengurangi pelanggan, disebabkan harga yang terlalu tinggi. Nah perbuatan yang merugikan orang lain itulah yang dapat menyebabkan berdosa.
Selanjutnya selama penghasilan yang diperoleh dari hasil yang halal, maka hal tersebut sangat bagus apabila disumbangkan kepada yayasan atau anak yatim.

Demikian jawaban dari kami.
Atas kesalahan dan kekurangannya, kami mohon maaf
Semoga bermanfaat
Wassalam
Admin